Jumat, 22 Agustus 2014
Jumat kali ini tidak mendapatkan tugas di masjid kompleks kelurahan sehingga saya memutuskan untuk sholat jumat di Masjid lain yang dekat dengan tempat kerja. Kenapa hati ini tergerak untuk ke Masjid Molinow?
Datang lebih awal dari biasanya, kuambil mushaf yang tersusun rapi di atas rak sudut masjid, melanjutkan bacaan ODOJ (bacaan qur'an).
Sholat jumat segera dimulai, menoleh jamaah sudah berdatangan.
Setelah sholat lanjutkan tilawah yang masih tersisa beberapa halaman dari harian, tiba-tiba datang seseorang yang wajahnya tidak asing. Oh, kerabat ini akrab dipanggil Papa Andri, salah seorang jamaah pengajian di musholla Al-Ikhlas, Molinow. Mungkin ini yang menggerakkan hati kenapa mesti sholat di masjid ini.
Beliau bercerita tentang anaknya yang akan didaftarkan di STAIN Manado, kebetulan ada yang pengumuman dari Badan Takmir Masjid mengenai penerimaan mahasiswa jalur prestasi. Putra beliau sementara kuliah di STIKES, tapi biayanya agak mahal makanya beliau berencana untuk memindahkan anaknya ke STAIN. Beliau meminta saran saya kira-kira jurusan apa yang tepat, padahal pengetahuan saya di bidang agama tidak mumpuni, apalagi tidak pernah menempuh pendidikan agama islam secara formal, kayaknya ustadz lain. Sebenarnya, saya malu jika beberapa kerabat dan masyarakat memanggil saya 'ustadz', karena ilmu saya sangat dangkal. Hanya saja sering diberi dan diminta kesempatan untuk mengisi kajian islam, khususnya yang berhubungan dengan fiqh praktis. "Yaa Allah, hamba sering berbuat maksiat, masihkah pantas untuk menyampaikan ayatMu di hadapan mereka?", lirihku dalam hati.
Akhirnya saya menganjurkan ambil jurusan Syariah Islam, mungkin di STAIN ada Hukum Islam. Hal ini sangatlah penting. Beliau sepertinya setuju.
Akhirnya kami pindah topik yang lain. Beliau menanyakan, "kapan lagi ustadz bisa mengisi kajian mingguan di musholla kami?". Saya langsung kaget dan terharu mendengarkan, apalagi beliau menyampaikan jamaah di kompleks butuh bimbingan. Lebih kaget lagi ketika beliau menasehati saya, bahwa para nabi saja berdakwah berpuluh tahun bahkan ratusan tahun, hanya sedikit yang mau ikut dan menjadi baik, para nabi tidak lantas menyerah dan berputus asa. Bagaimana dengan kita? Ini adalah nasihat yang sangat bagus, tak lupa kuucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Papa Andri yang sudah mengingatkan. "Insya Allah, kita akan jadwalkan lagi pekan depan", jawabku.
Posted by Mobile Application
Post a Comment
0Comments