Invest in People: Dari Splicing sampai Berbagi Pengalaman di Dili

0
Dili, 16 April 2014

Invest in people.

Kalimat sederhana, tapi semakin sering saya jalani, semakin saya merasa bahwa investasi terbaik dalam sebuah perjalanan kerja bukan hanya soal target yang tercapai, tetapi juga tentang orang-orang yang kita tinggalkan dengan pengetahuan dan pengalaman baru.

Perjalanan ke Dili kali ini masih berlanjut dengan agenda yang sama: sharing knowledge FTTx kepada rekan-rekan Local Staff di Telkomcel.

Bukan kelas formal. Bukan pula pelatihan dengan slide yang panjang.

Kami belajar langsung di lapangan.

Dan justru di situlah banyak hal menjadi lebih mudah dipahami.


Order sudah masuk sebelum tidur

Sehari sebelumnya, sebelum kembali ke hotel, beberapa order pemasangan baru pelanggan DIA (Dedicated Internet Access) sudah masuk dari rekan-rekan sales and marketing.

Artinya, besok pagi tidak ada waktu untuk terlalu banyak teori.

Harus langsung bergerak.

Sebelum meninggalkan lokasi, saya sempat memberikan pengarahan singkat kepada tim tentang apa saja yang akan dikerjakan keesokan harinya.

Mulai dari persiapan perangkat, alur pekerjaan, pembagian tugas, sampai hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pekerjaan Fiber Optic di lapangan.

"Besok kita langsung ke lokasi. Kita kerjakan sama-sama."

Sederhana.

Tapi saya ingin mereka bukan hanya melihat bagaimana pekerjaan dilakukan. Saya ingin mereka ikut mengerjakan dan memahami prosesnya.

Karena bagi saya, sharing knowledge yang paling efektif adalah ketika seseorang tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengerti mengapa dan bagaimana melakukannya.


Pagi-pagi, tim sudah siap

Pagi hari, tim sudah berkumpul.

Peralatan siap.

Kami pun langsung menuju lokasi pelanggan.

Hari itu kami mendapat pekerjaan di kantor Pertamina.

Menarik juga kalau melihat keberadaan BUMN Indonesia di Dili.

Di tengah perkembangan Timor-Leste sebagai negara yang terus bertumbuh, masih ada beberapa nama Indonesia yang terasa familiar.

Pertamina salah satunya.

Sementara PLN dan TELKOM sudah berada di bawah pengelolaan Pemerintah Timor-Leste/RDTL.

Begitu tiba di lokasi, kami tentu tidak langsung masuk dan bekerja.

Kami izin terlebih dahulu kepada karyawan Pertamina.

Dan di sinilah saya bertemu dengan seorang teman baru.

Mas Ariyo.

Beliau ternyata belum lama bertugas di Dili.

Sebelumnya dari Makassar.

Obrolan singkat pun terjadi.

Kadang begitulah perjalanan kerja.

Kita berangkat untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi pulangnya justru membawa cerita baru dan kenalan baru.


Belajar bukan dari papan tulis

Setelah semua siap, pekerjaan dimulai.

Hari itu Maun/Kaka Aroujo yang saya ajarin langsung di TKP.

Mulai dari proses splicing, sampai dengan pengukuran Fiber Optic.

Saya perhatikan cara dia mengikuti setiap proses.

Ternyata, Maun cukup cepat menangkap apa yang disampaikan.

Bahkan dibandingkan beberapa rekan Local Staff lainnya, daya tangkapnya terlihat sedikit lebih cepat.

Ini yang membuat saya semakin yakin bahwa setiap orang sebenarnya punya potensi.

Yang dibutuhkan kadang hanya kesempatan untuk mencoba.

Dan tentu saja, ada orang yang mau berbagi pengalaman.

Saya tidak terlalu banyak mengambil alih pekerjaan.

Kalau ada yang bisa mereka kerjakan, biarkan mereka yang mengerjakan.

Kalau ada yang salah, kita koreksi.

Kalau belum paham, kita ulangi.

Karena tujuan akhirnya bukan supaya pekerjaan hari itu selesai karena saya.

Tetapi supaya besok mereka bisa menyelesaikannya sendiri.


Dari ODP sampai ruang server

Terminasi di ODP akhirnya selesai.

Tinggal melanjutkan pekerjaan ke ruang server pelanggan.

Kami kembali melakukan pengecekan.

Pengukuran Fiber Optic dilakukan untuk memastikan semuanya sesuai.

Satu per satu kami pastikan.

Tidak hanya sekadar "sudah terpasang", tetapi juga harus dipastikan link-nya benar-benar baik dan siap digunakan pelanggan.

Dan akhirnya...

Alhamdulillah, sukses.

Pekerjaan selesai.

Link aktif.

Pelanggan siap menggunakan layanan DIA.

Dan ada satu hal lain yang menurut saya tidak kalah penting:

Ada satu lagi rekan Local Staff yang hari itu mendapatkan pengalaman baru.


Investasi yang tidak selalu terlihat

Kadang hasil sebuah pekerjaan bisa langsung terlihat.

Ada angka.

Ada revenue.

Ada order yang close.

Ada layanan yang aktif.

Tapi investasi kepada manusia tidak selalu bisa langsung diukur dengan angka.

Hari ini mungkin hanya mengajarkan splicing.

Besok mungkin tentang pengukuran Fiber Optic.

Lusa mungkin mereka sudah bisa mengerjakan semuanya tanpa harus didampingi.

Dan suatu hari nanti, bisa jadi justru mereka yang mengajarkan hal yang sama kepada orang lain.

Itulah investasi yang sebenarnya.

Pengetahuan yang kita bagi tidak berhenti ketika pekerjaan selesai.

Ia akan terus berjalan melalui orang yang kita ajari.

Dan mungkin, beberapa tahun dari sekarang, ketika saya sudah tidak lagi berada di Dili, Maun/Kaka Aroujo dan teman-teman Local Staff lainnya masih mengingat pengalaman hari ini.

Bukan karena siapa yang mengajarkan.

Tetapi karena mereka pernah mengalami sendiri bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan dengan benar.


Hari ini kami mungkin hanya menyelesaikan satu instalasi DIA.

Tapi bagi saya, ada dua pekerjaan yang sebenarnya selesai:

Satu layanan berhasil diaktifkan.

Dan satu pengetahuan berhasil ditransfer.

Karena pada akhirnya...

Invest in people. The return is multiplied.

Terus belajar.

Terus berbagi.

Terus tumbuh bersama.

Bravo Telkomcel Timor Leste

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)