Ketika Hujan Membuka Mata Kita
Kotamobagu, 14 Agustus 2014
Hujan terus mengguyur Kota Kotamobagu hari ini.
Bagi sebagian orang, hujan yang turun hampir sepanjang hari mungkin bisa membuat jengkel. Cucian menumpuk berhari-hari karena tak kunjung kering. Ada pula para petani yang justru harus bersedih ketika tanaman padi mereka hanyut terbawa derasnya arus air.
Namun bagi saya, apa pun keadaannya, hujan tetaplah rahmat Allah.
Bukankah ujian juga bisa menjadi salah satu bentuk kasih sayang-Nya?
Tinggal bagaimana kita melihat dan mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Siang itu hujan belum juga berhenti. Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 siang.
Waktunya menjemput Syamil di SDIT An-Nahl, sekolah tempat ia belajar. Seperti biasa, setelah dijemput dari sekolah, Syamil kemudian diantar ke TPA An-Nahl.
Jaraknya lumayan jauh.
Kalau saya sedang tidak terlalu sibuk, saya sendiri yang menjemput dan mengantarnya. Tapi kalau pekerjaan sedang padat, Syamil biasanya naik bentor.
Saya pun keluar dari kantor menuju jalan raya.
Di sepanjang perjalanan, saya melihat sesuatu yang cukup mengganggu pemandangan.
Sampah berserakan.
Ternyata sampah-sampah itu berasal dari saluran air. Ketika hujan deras, saluran tersebut seolah-olah "muntah" dan mengeluarkan seluruh isinya.
Saya mulai berpikir,
“Ada yang tidak beres nih...”
Di beberapa titik, air bah bahkan sampai meluap dan mengalir melintasi jalan.
Padahal seharusnya air tersebut mengalir menuju dataran yang lebih rendah melalui drainase yang sudah dibuat.
Lalu saya kembali berpikir.
Mungkin inilah salah satu hikmah dari hujan hari ini.
Hujan seperti sedang membuka dan memperlihatkan sesuatu yang selama ini tersembunyi.
Pekerjaan drainase yang mungkin kurang baik.
Saluran yang tidak terawat.
Atau bisa jadi, kebiasaan kita sendiri yang sering membuang sampah sembarangan ke selokan dan saluran air.
Ketika cuaca cerah, semuanya terlihat baik-baik saja.
Tapi ketika hujan datang dengan deras, barulah kita melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Mungkin bukan hujannya yang menjadi masalah.
Hujan hanya memperlihatkan akibat dari apa yang sudah kita lakukan sebelumnya.
Dan mungkin, itulah salah satu cara Allah mengingatkan kita.
Bahwa setiap perbuatan akan meninggalkan akibat.
Termasuk hal kecil yang sering kita anggap sepele:
membuang sampah ke selokan.
Semoga hujan hari ini bukan hanya membawa air, tetapi juga membawa pelajaran.
Alhamdulillah.
Post a Comment
0Comments