Nggapulu dari Dobo

0
Hari terakhir di Dobo dimulai dengan menyiapkan dokumen yang belum lengkap dan mengunjungi lokasi yang belum sempat disurvei sebelumnya. Setelah sarapan dan mandi, tim Dobo bersiap di depan penginapan "Baru," yang terletak di tengah kota Dobo. Penginapan ini memiliki keunikan dengan bagian receptionist yang berada di daratan, sementara kamar tamu dibangun di atas pantai, disangga oleh kaki-kaki beton dan potongan kayu.



Pagi itu, saya menelusuri seluruh bagian penginapan yang ternyata sangat luas, menyediakan banyak kamar dengan harga mulai dari 100rb hingga 250rb per malam. Keluar ke arah pantai, terdapat teras memanjang dengan kursi meja yang menawarkan pemandangan indah dan tempat nyaman untuk berkumpul.

Rekan-rekan di Dobo sudah menyiapkan tiket pulang ke Tual, dan saya berniat mencoba kapal laut lagi setelah terakhir naik kapal Pelni pada tahun 2002. Tiket KM Nggapulu yang terjangkau, 71rb, didapatkan dari loket Pelni di pelabuhan Dobo. Sebelum berangkat, kami menyempatkan diri untuk melanjutkan survei di BSC Telkomsel dan menikmati hidangan ikan bakar 'Raja Bau’ yang terkenal di Dobo.

Menuju pelabuhan, kami menunggu kedatangan KM Nggapulu yang akhirnya muncul setelah beberapa waktu. Proses naik ke kapal berlangsung dengan tertib, berbeda dengan pengalaman tahun 2002 yang penuh dengan rebutan tempat tidur. Di dek atas kapal, musholla disiapkan untuk melaksanakan sholat Maghrib dan jamak Isya bersama puluhan penumpang.

Sampai di Tual pada pukul 23.00, kami bersiap-siap untuk keluar kapal. Meski ada sedikit keberdesakan, perjalanan dengan KM Nggapulu pada tanggal 2 Mei 2019 meninggalkan kenangan baru dalam rentetan petualangan, menambah warna pada catatan perjalanan di tengah perairan Maluku.


KM Nggapulu, 2 Mei 2019
Tags:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)