
Pagi itu, saya menelusuri seluruh bagian penginapan yang ternyata sangat luas, menyediakan banyak kamar dengan harga mulai dari 100rb hingga 250rb per malam. Keluar ke arah pantai, terdapat teras memanjang dengan kursi meja yang menawarkan pemandangan indah dan tempat nyaman untuk berkumpul.
Rekan-rekan di Dobo sudah menyiapkan tiket pulang ke Tual, dan saya berniat mencoba kapal laut lagi setelah terakhir naik kapal Pelni pada tahun 2002. Tiket KM Nggapulu yang terjangkau, 71rb, didapatkan dari loket Pelni di pelabuhan Dobo. Sebelum berangkat, kami menyempatkan diri untuk melanjutkan survei di BSC Telkomsel dan menikmati hidangan ikan bakar 'Raja Bau’ yang terkenal di Dobo.
Menuju pelabuhan, kami menunggu kedatangan KM Nggapulu yang akhirnya muncul setelah beberapa waktu. Proses naik ke kapal berlangsung dengan tertib, berbeda dengan pengalaman tahun 2002 yang penuh dengan rebutan tempat tidur. Di dek atas kapal, musholla disiapkan untuk melaksanakan sholat Maghrib dan jamak Isya bersama puluhan penumpang.
Sampai di Tual pada pukul 23.00, kami bersiap-siap untuk keluar kapal. Meski ada sedikit keberdesakan, perjalanan dengan KM Nggapulu pada tanggal 2 Mei 2019 meninggalkan kenangan baru dalam rentetan petualangan, menambah warna pada catatan perjalanan di tengah perairan Maluku.

KM Nggapulu, 2 Mei 2019

KM Nggapulu, 2 Mei 2019
Post a Comment
0Comments