Integritas

0
Ada yang pernah mengatakan bahwa "Kejujuran adalah mahkota kepemimpinan". Ungkapan tersebut benar adanya, karena kepemimpinan tanpa kejujuran berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih besar. Sebagai makhluk ciptaan, manusia dilarang untuk melakukan kerusakan di muka bumi. Pemimpin ada yang diberikan mandat dan kepercayaan karena karir dan kualifikasi yang layak, ada juga yang menjadi pemimpin karena mewarisi jabatan dari pendahulunya, atau karena direkomendasikan oleh asesor. Dalam menghadapi masa pensiun atau pergantian, pemimpin saat ini akan mencari pengganti yang tepat untuk meneruskan amanah.

Namun, ada kalanya pemimpin menduduki jabatan tertentu karena suatu "keterpaksaan". Keterpaksaan tersebut dapat terjadi karena beberapa alasan. Pertama, tidak ada pilihan lain, dan pemimpin harus mengisi posisi tersebut karena tidak ada orang lain yang sesuai atau memiliki kemampuan yang diperlukan. Kedua, adanya keputusan rotasi atau mutasi, yang membuat pemimpin harus menerima jabatan baru yang mungkin tidak sesuai dengan keinginannya.

Integritas adalah nilai yang sangat penting dalam kepemimpinan. Integritas berkaitan dengan nilai-nilai spiritualitas. Ketika berbicara tentang integritas dan kepemimpinan, spiritualitas dapat menjadi panduan untuk tetap berada di jalan yang benar. Belajar dari Nabi Muhammad SAW, sebagai pemimpin, beliau diakui sebagai pribadi yang jujur dan dapat dipercaya. Integritas ini melekat pada nabi yang mulia dan agung.

Integritas dan kejujuran seharusnya tumbuh dari kesadaran spiritual. Saat seorang pemimpin mendekatkan diri pada Sang Pencipta, mereka merasa seolah-olah Allah selalu memantau setiap gerak-geriknya dan mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Tidak ada manusia yang dapat menyembunyikan apa pun dari-Nya.

Integritas adalah prinsip utama yang harus dikedepankan dalam kepemimpinan. Jika prinsip kejujuran tidak lagi menjadi hal yang melekat pada seorang pemimpin, kepemimpinan itu hanya akan digunakan untuk memenuhi hawa nafsu dan kepentingan pribadi.



Tulisan ini saya buat sebagai pengingat diri dan orang-orang yang sangat saya cintai. Semoga kita semua tetap berpegang teguh pada prinsip hidup yang mulia ini.

Kotamobagu, 28 November 2017
Tags:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)