10 tahun yang lalu, di tepi jalan yang menawarkan pemandangan indah, aku berdiri tegak dengan penuh keyakinan. Dalam momen yang sakral ini, aku mengabadikan sebuah titik tolak penting dalam hidupku, dengan mata penuh harapan menatap masa depan sepuluh tahun ke depan. Di sinilah segala mimpi dan ambisi melintas di benakku, membentuk resolusi yang akan menggiringku menuju keberhasilan.
Bukan hanya aku yang berdiri di tempat ini, tapi juga sahabat-sahabat terdekat yang tak pernah beranjak dari sampingku. Mereka mendukungku sepenuh hati dalam menjaga dan mempertahankan infrastruktur telekomunikasi yang menjadi nyawa konektivitas antar kota dan provinsi. Bersama-sama, kami membentuk sebuah tim tangguh yang bertekad menjaga kemajuan dan keberlanjutan daerah ini.
Namun, di lokasi ini juga terdapat kenangan yang pahit. Serpihan ledakan batu pecah masih terasa di udara, mengingatkan kami pada saat-saat sulit yang telah kita lalui. Ketika pelebaran jalan sedang berlangsung, serpihan batu yang tajam menyentuh tangan sahabatku, mengakibatkan luka yang tak terlupakan. Namun, meskipun rintangan itu datang, semangat kami tidak goyah, dan kita terus melanjutkan perjuangan menuju keberhasilan.
Sekarang, di tempat ini, hatiku dipenuhi kerinduan. Aku selalu merindukannya, sosok yang pernah melengkapi hidupku. Dalam setiap hembusan angin, dalam setiap panorama yang memukau, kenanganku padanya semakin kuat dan tak terelakkan.
Di tepat ini, di lokasi ini, harapanku berkobar dan tekadku semakin kuat. Aku memandang ke depan dengan visi yang jelas, siap menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang gemilang.
Terima kasih sahabatku.
Post a Comment
0Comments