Pagi tadi kedatangan tamu, katanya sih dari perusahaan tambang yang sering mengeluhkan layanan internet di kantornya. Padahal sudah sering teknisi kami visit langsung ke lokasi dan memang tidak ada kendala, tidak ada gangguan. Mungkin butuh kunjungan saja. Saya minta security untuk menunggu di lobby plasa, nanti ngobrol santai saja di sana. Ternyata Mr. Ari dan Mrs. Chao yang hendak bertemu dengan saya. Setelah ngobrol beberapa saat, memang sudah lama ingin ketemu dengan saya sekalian mengajak saya ke lokasi perusahaan yang sedang dibangun dengan cepat. Ada beberapa poin penting yang saya sempat catat, tapi yang paling berkesan adalah kerjasama selama ini sudah baik dan akan meningkatkan layanan Telkom sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang semakin hari semakin bertambah. Saya pun merespon dengan antusias, karena memang ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya.
Kami pun membuat janji, jika hari ini sempat maka saya yang akan mendatangi lokasi yang dimaksud. Mereka pun pulang duluan untuk mempersiapkan segalanya. Setelah sholat Zhuhur, saya mengajak teman kantor, Wira dan Yafet. Sepanjang perjalanan saya menjelaskan maksud kedatangan tamu tadi dan maksud kami visit langsung ke lokasi.
Perjalanan kami tempuh sekitar 30 menit. Saat kami mau masuk ke lokasi kantor, memang penjagaannya ekstra ketat dan dikawal oleh petugas keamanan yang lengkap. Saya pun menelpon Mr.Ari agar bisa menjemput kami di depan pintu gerbang. Mobil yang kami gunakan tadi diparkir di luar saja dan diganti dengan mobil off-road karena medan memang sedikit berlumpur. Sebelum naik mobil keren ini, kami disapa oleh Divio, dulu bekerja di tim saya sebagai Help desk. Alhamdulillah, beliau sangat menikmati pekerjaannya, meski ada 'curhat' kalau dia harus bolak-balik Kotamobagu - Solog karena tidak tahan jika harus menginap di mess karyawan. Saya meminta ke Mr.Ari agar bang Divio bisa menemani saya untuk melakukan survei. Setidaknya lebih mudah koordinasi masalah teknis dan juga bahasa. Selama perjalanan ke kantor baru, saya perhatikan ada sekitar dua ratusan pekerja yang di luar, mungkin banyak juga di dalam kantor, dan lebih dari separuh orang Tionghoa, padahal pengakuan dari Mr.Ari hanya 50 orang. Ah, mungkin mata saya yang salah ya?
Ketika ada polemik antara pemerintah kabupaten setempat dengan perusahaan tambang ini, terkait izin dan ketenagakerjaan, informasi terakhir dimenangkan oleh perusahaan China ini. Masuk akal sih, pastinya mereka berusaha menang dengan cara apapun karena investasi yang sudah dikeluarkan sudah ratusan milyar mungkin, atau sudah triliunan ya? Kali ini mereka tidak main-main sepertinya. Tapi apapun itu, saya tetap fokus untuk menjalankan tugas kantor.
Setelah berkeliling selama satu jam, ada beberapa bahan yang sudah didapatkan untuk dibuat desain dan memasukkan proposal ke perusahaan ini. Semoga cepat bisa kami tingkatkan layanannya.
Solog, 30 Oktober 2017
Post a Comment
0Comments