Syamil masuk sekolah (hari pertama)

3
Sebagai seorang ayah, sangat bahagia dan bangga bisa mengantarkan anakku ke sekolah. Agak sulit juga membangunkan anakku dari tidurnya, bahkan ketika aku menyapa, "Syamil mau sekolah atau tidur?" dengan santai dia menjawab "Tidur!". Aku dan istriku tertawa mendengarkannya. 'Perang' kecil akhirnya dimulai, dia pun merengek tak mau diganggu tidurnya.
Akhirnya mau juga dengan sedikit 'paksaan', istriku lalu mengantar ke kamar mandi. Wah, di gas elpiji di rumah sudah habis, keluar dulu sebentar beli gas (sambil melihat raut wajah istriku yang menandakan isyarat) :)

Raudhatul Athfal Terpadu Al-Ishlah (RAT Al-Ishlah) adalah adalah lembaga pendidikan di bawah naungan PPIT (Pusat PAUD Islam Terpadu) Al-Ishlah, yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Kota Gorontalo, siswa RAT Al-Ishlah telah mengukir banyak prestasi di berbagai lomba.

Hari pertama mestinya siswa datang lebih awal, tentunya banyak pengayaan dan bimbingan yang akan diberikan oleh pihak sekolah. Tepat pukul 07.00 kami berangkat ke sekolah baru. Tak ada kendaraan yang siap, maka kami naik bentor (becak motor). Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, sekitar 2 km.

Ketika kami sampai di sekolah, semuanya sudah asyik mengikuti apel perdana. Terdenganr gemuruh teriakan yel-yel khas Al-Ishlah... "Apa kabar hari ini, teman-teman?" sapa ibu guru, dijawab dengan "Alhamdulillah, tubuhku, pikiranku, hatiku, fresh... fresh... fresh..., luar biasa.. Allaahu Akbar". Mendengarnya, tubuhku langsung dingin, teringat masa-masa itu. :)

Syamil masuk di kelas A1, keliatan semua siswa punya ciri khas. Syamil, apa ya ciri khasnya? :D
Hari pertama, Syamil tampak beda. Ternyata belum kebagian seragam, hahahaaaa... Raut wajah yang polos dan qana'ah (Aamiin)...

Guru di RAT Al-Ishlah memohon kepada orang tua siswa agar segera pulang dan menitipkan anaknya di sekolah, meskipun itu di hari pertama sekolah. Awalnya Syamil kurang percaya diri, kemudian kubisikkan "Nak, PD (percaya diri) itu tidak penting, yang terpenting adalah PA (percaya Allah swt). Syamil pun tersenyum meski ia juga belum mengerti apa maksudnya. Oh iya, ada ciri khas dari Syamil, dia agak irit bicaranya. Berkomunikasi sesuai dengan kebutuhannya. Hahahahaaaa.... Syamiiiiiilll...

Ketika ibu guru memberikan tugas mewarnai ke semua anak didik, awalnya Syamil mencermati dengan seksama secarik kertas yang dibagikan sementara siswa yang lain tidak. Mereka justru langsung mengambil pensil warna dan mulailah mewarnai. Syamil masih berpikir, kira-kira warna apa yang cocok untuk tugas kali ini (*sok mikir). Tapi itu benar, pelan-pelan tapi pasti, dia hati-hati betul menggoreskan pensil warna di kertas tugas. Syamil melambaikan kertas tugasnya, pertanda sudah selesai. Aku melihat dari jauh, oh gambar masjid. Perpaduan warna yang indah, kuakui Syamil memang jenius (*Alhamdulillah). Syamil sudah mulai percaya diri dan bisa menikmati aktivitas di kelas.

Gorontalo,  9 Juli 2012

@AndiAdiST
Tags:

Post a Comment

3Comments

  1. assalamualaikum , kami dari MAN INSAN CENDEKIA GORONTALO kami sedang melakukan penelitian Karya Ilmiah Remaja tentang MADRASAH IBTIDAIYAH TERPADU AL-ISHLAH GORONTALO SEBAGAI PILIHAN ORANGTUA UNTUK PENDIDIKAN ANAK. oleh karena itu kami ingin meanyakan bberapa hal:
    1. Menurut anda, bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia?
    2. Mengapa anda memilih MI Al-Ishlah sebagai sarana untuk pendidikan anak?
    3. Menurut anda apa keunggulan dari MI Al-Ishlah?
    4. Apakah dengan kehadiran Al-Ishlah sudah dapat membantu perkembangan anak anda?
    5. Bagaimana perkembangan anak anda setelah belajar di MI Al-Ishlah?

    mohon bantuannya , jika masih ada orang tua siswa lainnya ingin berpartisipasi dalam mmberikan jawaban silahkan kirim lhannysanusi@yahoo.co.id/muftihatul.jannah@yahoo.com. terima kasih banyak, wasalm :)

    ReplyDelete
  2. Mbak Mufti, maaf anak kami masih di TK/ RA di Al-Ishlah...

    ReplyDelete
Post a Comment