Pada suatu pagi di Kotamobagu, saya merasakan getaran kebahagiaan yang tak terkatakan saat akhirnya bertemu dengan sahabat dan guru kesayanganku, Ustadz Rusdin Bonde. Sudah beberapa tahun berlalu sejak kita terakhir kali bertemu, dan saya sangat bersemangat untuk menguatkan ikatan ini.
Saya mengingat persis bagaimana pertama kali kami bertemu. Wajahnya yang bersahaja dan senyum ramahnya langsung menyambutku ketika saya tiba di kota yang indah ini. Ustadz Rusdin Bonde adalah sosok yang tulus dan rendah hati dalam mengajar dan mendakwahkan Islam. Dia memiliki cara unik dalam menyampaikan pesan-pesan agama, membuatnya dicintai oleh banyak orang.
Namun, beberapa tahun yang lalu, tugas pekerjaanku membawaku ke Maluku Tenggara yang jauh dari Kotamobagu. Dalam jarak yang terpisah, kami kehilangan kontak dan jarang sekali mendengar kabar satu sama lain.
Meskipun ada beberapa perubahan fisik pada Ustadz Rusdin Bonde, seperti uban di kepalanya yang semakin banyak dan motorik yang mungkin tidak selincah dulu lagi, senyum ramahnya masih ada di sana. Kami saling memandang dan tertawa, merasa beruntung bisa bertemu lagi setelah sekian lama.
Ketika waktunya untuk berpisah, kami saling berpelukan dengan penuh kehangatan dan doa untuk kebaikan satu sama lain. Meskipun telah terpisah selama beberapa tahun, pertemuan ini mengingatkan kami betapa berartinya persahabatan dan ikatan yang terjalin di antara kami.
Pertemuan ini mengajarkan saya tentang nilai persahabatan yang sejati dan kekuatan ikatan yang bisa bertahan meski terpisah oleh jarak dan waktu. Ustadz Rusdin Bonde adalah sosok guru yang berharga dalam hidupku, dan saya berjanji untuk tidak pernah melupakan pelajaran dan nasihat berharganya.
Kotamobagu, 14 Juni 2023

Post a Comment
0Comments