Untuk kesekian kalinya, kakak Syamil terlambat ke sekolah. "Maafkan ayah nak!", gumamku dalam hati. Karena hampir dari semua penyebab terlambat ke sekolah karena saya sendiri. Nah, inilah efek jika jam kantor (pukul 8) selalu jadi acuan. Belum lagi jika istriku mesti diantarkan dulu ke kantornya sebelum ke SD.
Hari ini agak berbeda, Syamil dan ibunya tidak terlambat lagi. Alhamdulillah, semoga selalu istiqomah. Kasian jika syamil selalu ketinggal murajaah hafalan.
Post a Comment
0Comments