Niat yang baik, dibungkus dengan ikhtiar yang kurang baik

0


"Ding.. Dong... Ding... Dong..." Dering ponsel tanda SMS masuk. Mata langsung melek, padahal sedang asyiknya tidur, seharian kerja di lapangan cukup melelahkan. "Akhi, antum bisa ngisi liqo pekanan di Masjid Al-Hasan? Kalau bisa isya berjamaah di sana", begitu isi SMSnya. Di saat tubuh yang masih butuh istirahat, tentunya ini adalah ujian yang berat. Namun, saya yakin ada kekuatan yang memulihkan kondisi ini. "In Syaa Allah, ustadz. Ana siap." Reply... :-)

Tiba di Masjid, sudah ada 3 orang ikhwah yang berkumpul. Sesaat kemudian, kami sholat isya bersama sekuaruh jamaah yang hanya sekitar 1 shaff yang hanya 1/3 saja. Setelah menunggu sekitar 45 menit, barulah peserta halaqoh pekanan berdatangan. Namun ketua kelompoknya bilang, ini masih separuh dari 12 jumlah pesertanya.

Bismillah, pengajiannya dimulai. Tilawah bergantian dan setiap 1 ikhwah menyelesaikan 1 halaman, ada juga yang pelu diperbaiki bacaan Qur'annya. "Khairukum man ta'allamal-qur'an, wa 'allamahu" Sebaik-baik kalian, adalah yang belajar qur'an dan mengajarkannya...

Semua sudah dapat giliran, tiba-tiba ada peserta yang masuk dengan tergesa-gesa. Kemuadian saya persilakan duduk. "Ada apa akh? Kenapa tergesa-gesa?". Sebelumnya dia mohon maaf karena terlambat datang, karena sedang ada urusan penting dan perlu segera dicarikan solusi. Setelah mendengarkan dan mencermati alur ceritanya, rupanya memang agak rumit. Singkat ya begini, dia punya saudara laki-laki yang sedang menjalin asmara dengan pujaan hatinya. Nah, agar mereka bisa menikah, si perempuan ini harus pindah keyakinan, jadi muallaf. Akhirnya, dengan waktu yang singkat juga jadilah muallaf sebagai syarat agar keduanya bisa segera menikah. Tentunya keluarga dari perempuan tidak terima dan meminta agar anak mereka dikembalikan atau ditunjukkan dimana keberadaannya. Oleh, ikhwah tadi sudah berulang kali ditelepon agar memenuhi permintaan mereka, tapi ikhwah ini tidak memberikan informasi agar si perempuan ini tidak kembali lagi. Nah, itu masalah pertama. Yang kedua, menurut ceritanya, si perempuan sudah mual-mual dan ada tanda -tanda kehamilan. Seandainya memang bear hamil, maka celakalah!


Kotamobagu, November 2012

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)