Beberapa hari kemarin, saya sempat mengantarkan anak-anak kami ke sekolah. Rasanya agak berbeda dengan hari-hari sebelumnya, Syamil bercerita tentang hal menarik selama di sekolah. Amar juga terlihat riang mendengarkan kakaknya bercerita, menyimak kata demi kata, sesekali dia tertawa sendiri.Setiba di sekolah mereka masuk sendiri ke halaman dan ruang kelas. Memang pihak sekolah membatasi orang tua agar tidak mengantarkan sampai ke ruang kelas, apalagi sampai mendampingi anak-anak sepanjang jam belajar.
Pukul 15.30, waktunya menjemput mereka di sekolah. Kemidian Syamil mulai bercerita tentang apa saja yang didapatkan di sekolah. Kemudian melihat ke arah saya, memandang dengan penuh harap dan berkata. "Etta, syamil mau seperti Ayah yang di Laptop". Kemudia saya balik bertanya, "Emang yang di Laptop seperti apa?". Jawabnya, "Tidak bilang falakos dan koti". Saya pun tersenyum.
Terkadang memang terucap beberapa istilah tidak jelas makna, padahal kata yang tidak memiliki arti bisa jadi 'kata kotor', dan itu tidak baik.
Terima kasih anakku atas nasihat ini.
Post a Comment
0Comments