Menyusuri Jalur Fiber Optik: Manado–Marisa
24 November 2011
Pernahkah Anda merasa malas ketika tiba-tiba atasan meminta kita turun ke lapangan?
Atau mungkin, baru mendengar kata "patroli", sudah terbayang perjalanan panjang, panas, lelah, dan pekerjaan yang seolah tidak ada habisnya?
Bagi saya, dulu itu bagian dari pekerjaan.
Bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan.
Kalau memang tugas dan tanggung jawab mengharuskan kita turun ke lapangan, ya jalani saja.
Karena saya belajar satu hal sederhana:
Perjalanan akan terasa jauh lebih melelahkan kalau kita menjalaninya dengan dongkol.
Jadi, daripada mengeluh sepanjang perjalanan, lebih baik menikmati apa yang ada di depan mata.
Dan kali ini, perjalanan kami cukup panjang.
Manado menuju Marisa, Gorontalo.
Tugas kami satu:
memastikan jalur Fiber Optik tetap aman dari berbagai gangguan.
Kamis Siang, Perjalanan Dimulai
Siang itu kami berangkat dari Manado.
Persiapan sudah dilakukan.
Peralatan kerja sudah diperiksa.
Perlengkapan patroli sudah tersedia.
Dan tentu saja...
logistik!
Hehehe...
Yang satu ini tidak boleh dilupakan.
Karena perjalanan jauh tanpa bekal makanan dan minuman bisa menjadi masalah tersendiri.
Kami pun berangkat dengan kendaraan operasional, membawa semua perlengkapan yang dibutuhkan.
Tujuan kami bukan sekadar mencapai Marisa.
Sepanjang perjalanan, mata harus tetap awas.
Ada jalur Fiber Optik yang harus dipastikan aman.
Tumpaan dan Sepiring Ikan Segar
Sekitar satu jam perjalanan, kami tiba di Tumpaan, sebuah kota kecil di Minahasa Selatan.
Perut mulai meminta perhatian.
Kami pun memutuskan untuk berhenti.
Makan siang.
Sekalian beristirahat sebentar.
Tidak lupa menunaikan shalat Zuhur dan Asar dengan jamak-qashar.
Setelah itu, barulah kami kembali melanjutkan perjalanan.
Menu makan siang hari itu sederhana, tetapi justru menjadi salah satu kenangan yang masih saya ingat sampai sekarang:
ikan segar dengan dabu-dabu khas Minahasa.
Pedasnya jangan ditanya.
Tapi enak!
Dan yang penting...
dijamin halal.
:)
Begitulah salah satu kenikmatan perjalanan lapangan.
Kadang makanan yang kita temui di perjalanan justru menjadi cerita yang lebih melekat dibandingkan restoran yang sengaja kita datangi.
Mata Tetap Menyusuri Jalan
Perjalanan kembali dilanjutkan.
Kendaraan terus bergerak.
Tetapi pekerjaan tidak berhenti.
Sesekali kami melihat ke kanan.
Kemudian ke kiri.
Memperhatikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar jalur Fiber Optik.
Salah satu ancaman yang harus kami waspadai adalah Mr. Excavator.
Makhluk yang satu ini memang tidak punya niat khusus mengganggu jaringan telekomunikasi.
Tetapi ketika aktivitas penggalian tidak memperhatikan jalur kabel yang berada di bawah tanah...
Akibatnya bisa panjang.
Satu kabel putus.
Satu jalur terganggu.
Dan dampaknya bisa dirasakan oleh banyak pelanggan.
Karena itu, patroli seperti ini bukan sekadar perjalanan biasa.
Kami sedang memastikan sesuatu yang tidak terlihat tetap aman.
Orang-orang mungkin hanya melihat jalan.
Tetapi di bawah jalan itu ada infrastruktur yang menjadi bagian penting dari konektivitas.
Malam di Pamomuntula
Hari mulai gelap.
Perjalanan panjang membuat tubuh mulai terasa lelah.
Akhirnya kami tiba di Site Pamomuntula, Bolmong Utara.
Untuk malam itu, perjalanan kami cukup sampai di sini.
Jika tidak ada aral melintang, besok pagi kami akan kembali melanjutkan perjalanan.
Setelah memastikan segala sesuatu aman, waktunya beristirahat.
Dan seperti biasa...
Ada satu hal yang langsung menarik perhatian:
Mie goreng sudah tersaji!
Nah!
Ini baru namanya penyelamat perjalanan.
Setelah seharian berada di jalan, melihat sepiring mie goreng panas rasanya seperti mendapatkan bonus dari perjalanan.
Tak perlu mewah.
Yang penting hangat.
Yang penting kenyang.
Dan yang penting bisa menjadi tenaga untuk melanjutkan perjalanan esok hari.
Nyam... nyam... nyam...
Malam itu kami beristirahat di site.
Di luar, suasana mungkin sudah sepi.
Tetapi pekerjaan belum selesai.
Besok masih ada perjalanan.
Masih ada jalur yang harus diperiksa.
Masih ada kilometer yang harus dilewati.
Dan tentu saja, masih ada cerita yang belum selesai.
Karena ternyata, perjalanan dari Manado menuju Marisa bukan hanya tentang menjaga jalur Fiber Optik.
Ada banyak cerita kecil di sepanjang jalan.
Tentang teman seperjalanan.
Tentang makanan.
Tentang tempat-tempat yang kami singgahi.
Tentang pekerjaan yang kadang melelahkan.
Dan tentang bagaimana kita belajar menikmati setiap kilometer yang harus ditempuh.
Bersambung...
Manado, November 2011
Post a Comment
0Comments